PROFIL KECAMATAN PRAYA BARAT
I. KONDISI GEOGRAFIS
A. Peta Wilayah
B. Batas Wilayah
Salah satu kecamatan yang terletak di bagian selatan wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia adalah Kecamatan Praya Barat. Secata geografis Kecamatan Praya Barat memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Kecamatan Jonggat dan Kecamatan Praya
- Sebelah Timur : Kecamatan Pujut
- Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
- Sebelah Barat : Kecamatan Praya Barat Daya
Kecamatan yang beribu kota di desa Penujak ini memiliki wilayah seluas 15.275 ha atau sekitar 12,72% dari luas Kabupaten Lombok Tengah dan berada diurutan ke-3 dari 12 kecamatan yang ada. Dari luas tersebut terdiri dari 6.196 ha (40,62 %) lahan sawah, 4.925 ha (32,17%) lahan non sawah dan sekitar 4.154 ha (27,21 %) merupakan lahan non pertanian dan tersebar di 10 desa
C. Data Atraksi Alam
Di kecamatan Praya Barat terdapat Pantai Selong Belanak dan Pantai Semeti. Daya Tarik serta luas wilayahnya
Nama Objek wisata, jenisnya dan luasan
serta estimasi jumlah pengunjung di Kecamatan Praya Barat
No | Kecamatan | Nama objek wisata | Jenis obyek wisata | Jumlah pengunjung (orang per tahun) | Luas Kawasan (Ha) |
1 | Praya Barat | · Pantai Selong Belanak · Pantai Semeti | · Wisata alam · Wisata alam
| 458.766 458.766 | 18.200 18.200
|
C. Data Atraksi Budaya
Budaya adalah suatu gaya hidup yang berkembang dalam suatu kelompok atau masyarakat dan diwariskan secara turun menurun dari generasi ke generasi berikutnya. Budaya mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia. Budaya mempengaruhi agama, politik, adat istiadat, bahasa, bagunan, pakaian, bahkan dalam suatu karya seni tak lekang oleh pengaruh budaya. Di Kecamatan Praya Barat ada beberapa tradisi budaya yang masih dilestariakan oleh masyarakat, seperti : bau nyale, balapan sampan, dan lain-lain, ada juga kelompok seni yakni kelompok seni gendang beleq didusun pedesaan
”Bau Nyale”
Salah satu festival tradisional yang tersohor di sektor pariwisata Lombok ialah Festival Bau Nyale. Istilah Bau Nyale ini berasal dari bahasa Sasak yang artinya menangkap cacing. “Bau” berarti “menangkap” sedangkan “Nyale” artinya “cacing laut yang berwarna-warni”. Pelaksanaan festival tradisional ini berkaitan erat dengan cerita rakyat setempat mengenai Putri Mandalika. Warga setempat akan menangkap cacing laut yang diyakini merupakan sebagai jelmaan sang putri.
Tak hanya menangkap cacing saja, sejumlah rangkaian acara yang menyertai acara ini juga sangat menarik untuk disimak. Tak heran jika jadi banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang ingin ikut menghadirinya. Acara menangkap cacing yang meriah ini dilakukan di bibir pantai yang berhamparkan pasir putih pantai, dengan panorama air laut yang biru dan jernih. Tentunya kegiatan kebudayaan ini sudah bertahun-tahun diwariskan turun temurun dari dan oleh warga Pulau Sasak.
Di Kecamatan Praya Barat pelaksanaan bau nyale dilakukan di pantai tampah, dan pantai munah.
Peresean
Salah satu yang sayang untuk dilewatkan adalah Peresean. Para zaman Kerajaan Mataram dulu, pemuda Suku Sasak yang ingin bergabung menjadi prajurit harus mengikuti Peresean. Acara itu terdiri dari pepadu yang dilengkapi dengan tongkat rotan (penjalin) dan perisai dari kulit kerbau yang tebal dan keras (ende). Peresesan dilakukan untuk melatih ketangkasan, ketangguhan dan keberanian para pemuda.
Peresean juga diyakini oleh masyarakat setempat sebagai ritual meminta hujan saat musim kemarau panjang tiba. Kini, Peresean menjadi tradisi budaya yang diminati oleh wisatawan. Dalam Peresean, pepadu akan diawasi oleh pakembar atau wasit. Dalam satu “pertandingan”, ada dua pakembar yang mengawasi, satu untuk di luar area dan lainnya di tengah area.
Pepadu tidak dipersiapkan sebelumnya dan peserta dipilih secara acak dari kerumunan masyarakat yang menyaksikan acara ini. Penonton juga boleh mengajukan diri sebagai pepadu. Pepadu akan berhadapan sambil mengayunkan penjalin ke arah lawan, seperti sedang mencambuk. Bagian tubuh yang boleh menjadi sasaran cambuk adalah kepala, pundak dan punggung, tapi bagian bawah kaki (paha) tidak diperbolehkan.
Pepadu lainnya boleh menangkis serangan menggunakan ende dan membalas serangan dengan cara yang sama. Aksi saling cambuk itu membuat suasana menjadi tegang bercampur seru. Ditambah lagi Peresean diiringi dengan musik pengiring yang terdiri dari gong, kendang, rincik, simbal, suling dan kanjar sehingga suasana menjadi meriah.
Pakembar akan menghentikan pertandingan ketika ada salah satu pepadu yang terluka atau berdarah. Jika selama pertandingan belum ada yang terluka, maka Peresean akan terus dilanjutkan hingga ronde kelima, tergantung kesepakatan awal. Kemudian, pakembar akan melihat siapa yang memiliki luka paling sedikit, maka dialah pemenangnya.
Meski telah melakukan pertarungan sengit, para pepadu harus saling memeluk dan memaafkan. Inilah nilai yang ingin ditunjukkan dalam Peresean, yaitu kesabaran dan kerendahan hari serta rasa saling menghormati satu sama lain.
Tradisi balap sampan
Balap sampan adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Mekar Sari, dimana tradisi ini dilakukan dipantai pada saat para nelayan libur melaut akibat cuaca buruk, dalam tradisi ini masyarakat beradu cepat menggunakan sampan/perahu, dengan beberapa orang tim, oleh masyarakat setempat Lomba balap sampan ini melambangkan perjuangan dan kerja keras untuk mencapai kemenangan.
Tradisi Nyongkolan
Tradisi ini merupakan tradisi yang harus dilakukan oleh masyarakat Desa Mekar Sari apabila ada anak dari salah satu keluarga yang menikah. Kegiatanatau tradisi ini adalah kegaitan arak-arakan pengantin pria ke rumah pengantin wanita yang diringi oleh musik gamelan ataupun gendang beleq
II. KONDISI DEMOGRAFIS
A. Jumlah Penduduk
Jumlah Penduduk Kecamatan Praya Barat
Jumlah Penduduk Kecamatan Praya Barat
No | Desa | Rumah Tangga | Jumlah Penduduk | Jumlah | |
Laki-laki | Perempuan | ||||
1 | Selong Belanak | 1 318 | 2 472 | 2 537 | 5 009 |
2 | Mekar Sari | 1 702 | 3 048 | 3 199 | 6 247 |
3 | Banyu Urip | 1 514 | 2 593 | 2 827 | 5 420 |
4 | Kateng | 1 934 | 3 748 | 4 023 | 7 771 |
5 | Mangkung | 3 429 | 5 624 | 6 221 | 11 845 |
6 | Bonder | 2 300 | 3 917 | 4 243 | 8 160 |
7 | Setanggor | 1 355 | 1 726 | 1 933 | 3 659 |
8 | Penujak | 3 254 | 5 743 | 6 127 | 11 870 |
9 | Batujai | 4 824 | 6 655 | 7 547 | 14 202 |
10 | Tanak Rarang | 642 | 790 | 943 | 1 733 |
Jumlah | 22 272 | 36 316 | 39 600
| 75 916
| |
D. Tofografi Wilayah
Kecamatan Praya Barat memiliki iklim tropis dimana dengan musim kemarau yang kering. Musim hujan mulai sekitar dibulan April dengan curah hujan pada bulan-bulan tersebut rata-rata mencapai diatas 100 mm, sementara curah hujan tertinggi terjadi dibulan Desember yang mencapai 382 mm. Curah hujan dengan rata-rata dibawah 100 mm bahkan 50 mm terjadi pada bulan Mei sampai dengan dibulan September.
Topografi Kecamatan Praya Barat adalah daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 sampai 355 mdpl serta kawasan pantai sebagai kawasan pariwisata
Desa dan Ketinggian dari permukaan laut di Kecamatan Praya Barat
No | Desa | Ibu Kota | Ketinggian dari permukaan laut |
1 | Selong Belanak | Selong Belanak | 30 |
2 | Mekar Sari | Mekar Sari | 40 |
3 | Banyu Urip | Prapak | 90 |
4 | Kateng | Kateng | 90 |
5 | Mangkung | Mangkung | 90 |
6 | Bonder | Bonder | 100 |
7 | Setanggor | Stanggor | 100 |
8 | Penujak | Penujak | 100 |
9 | Batujai | Batujai | 100 |
10 | Tanak Rarang | Tanak Rarang | 100 |
Follow Us
- Jalan Majapahit No 62
- Kec. Selaparang
- Kota Mataram
- Prov. Nusa Tenggara Barat
- Kode Pos : 83125