HASIL MONOTORING DAN OBSERVASI DI KECAMATAN SEKOTONG
FOCUS GRUOP DISCUSSION DAN PEMETAAN DATA
Untuk destinasi Lombok, terdapat 5 (lima) isu utama yang menjadi fokus manajemen pariwisata berkelanjutan. Kelima isu tersebut muncul sebagai akibat dari pesatnya pembangunan fasilitas pariwisata dan aktivitas kepariwisataan di Lombok. MCSTO UNRAM terfokus untuk melakukan monitoring pada kelima isu utama
1. PARIWISATA
Kecamatan Sekotong memiliki potensi wisata yang sangat melimpah, dengan adanya lebih dari 90 pulau-pulau kecil, pasitinya akan menyediakan begitu banyak obyek wisata bagi para pengunjung. Variasi obyek wisata dapat memberikan kenyamanan berwisata pengunjung karena pengunjung disediakan pilihan yang sangat beragam yang tidak membosankan dan dapat memuaskan hasrat wisata pengunjung. Walaupun belum dapat memberikan informasi obyek wisata secara keseluruhan, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat (2018) menginformasikan bahwa terdapat setidaknya 20 obyek wisata di Kecamatan Sekotong
Tabel
Obyek Wisata di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
No | Nama Obyek Wisata | Daya Tarik Wisata | Aktivitas Wisata | Jarak Dari Mataram |
1 | Pantai Mekaki Desa Pelangan | Pantai Pasir Putih
| Sightseeing, Photografi Mandi, Berjemur dan Snorkling
| 58 km |
2 | Goa Jepang Desa Batu Putih | Nilai Sejarah Gia Bebas Benteng Pertahanan Jepang MeriamPeninggalan Jepang | Sightseeing, Photografi Penelitian | 70 km |
3 | Gili Gede Desa Gili Indah | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 60 km |
4 | Gili Poh Desa Sekotong Barat | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 60 km |
5 | Gili Lontar Desa Sekotong Barat | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 60 km |
6 | Gili Nanggu Desa Sekotong Barat | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 60 km |
7 | Gili Rengit Desa Batu Putih | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 70 km |
8 | Gili Sudak Desa Sekotong Barat | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 60 km |
9 | Gili Tangkong Desa Sekotong Barat | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 60 km |
10 | Gili Layar Desa Batu Putih | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 70 km |
11 | Gili Asahan Desa Batu Putih | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 60 km |
12 | Gili Genting Desa Batu Putih | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 60 km |
13 | Gili Goleng Desa Batu Putih | Pantai Indah Wisata Bahari | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berjemur, Diving, dan Snorkling | 60 km |
14 | Bangko-Bangko Desa Batu Putih | Pantau Indah dan Ombak Besar | Sightseeing, Photografi, Selancar | 60 km |
15 | Pantai Bange | Pantau Indah dan Ombak Besar | Sightseeing, Photografi, Selancar | 58 km |
16 | Goa ALam Raksasa | Goa Alam | Sightseeing, Photografi | 58 km |
17 | Makam Keramat Desa Kedaro | Makam Tokoh Agama | Ziarah, Penelitian | 58 km |
18 | Embung Kedaro Desa Kedaro | Waduk penyimpan air dan keindahan alam perbukitan | Sightseeing, Photografi, Mandi, Berkemah | 58 km |
19 | Pantai Sepi | Pantai yang Indah | Sightseeing, Photografi, Mandi | 58 km |
20 | Pantai Nambung
| Pantai yang Indah | Sightseeing, Photografi, Mandi | 60 km |
2. PENGELOLAAN LIMBAH PADAT
Timbunan Sampah merupakan estimasi jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat menentukan estimasi jumlah timbulan sampah yang dihasilkan oleh satu individu di Kabupaten Lombok Barat yaitu sebesar 0.7 Kg/Hari. Berdasarkan estimasi tersebut, maka diketahui nilai estimasi produksi sampah yang dihasilkan masyarakat Kecamatan sekotong yaitu sebesar 43,01 Ton/Hari
Tabel
Estimasi Timbulan sampah di Kecamatan Sekotong.
Desa | Jumlah Penduduk (2018) | Kg/Hari | Ton/Hari |
Pelangan | 8021 | 5.614,7 | 5.6147 |
Sekotong Barat | 9454 | 6.617,8 | 6.6178 |
Sekotong Tengah | 607 | 4.24,9 | 0.4249 |
Kedaro | 6179 | 4.325,3 | 4.3253 |
Buwun Mas | 12935 | 9.054,5 | 9.0545 |
Cendi Manik | 5724 | 4.006,8 | 4.0068 |
Taman Baru | 4853 | 3.397,1 | 3.3971 |
Batu Putih | 6945 | 4.861,5 | 4.8615 |
Gili Gede Indah | 1266 | 886,2 | 0.8862 |
Kec. Sekotong | 61447 | 43.012,9 | 43.0129 |
Selain melakukan perhitungan estimasi timbulan sampah yang diproduksi oleh masyarakat di Kacamatan Sekotong, MCSTO juga melakukan pemantauan kemunculan TPS-TPS Liar yang dibuat oleh masyarakat secara illegal. TPS Liar merupakan tempat dimana sampah dibuang secara sengaja oleh masyarakat tanpa persetujuan pemerintah maupun pemilik tanah. Berdasarkan pengamatan di Lapangan serta FGD yang dilakukan bersama pemangku kepentingan di Kecamatan Sekotong dikatahui bahwa terdapat banyak tumpukan-tumpukan sampah liar di sepanjang jalan wisata utama di Kecamatan Sekotong
Keberadaan TPS Ilegal di Kecamatan Sekotong mengindikasikan buruknya pengelolaan sampah di Kecamatan Sekotong. Sebagai tambahan, Indikasi pengelolaan tidak baik tampak dari terbatasnya jumlah TPS yang ada di Kecamatan Sekotong yang hanya memiliki 1 TPS yaitu di Desa Pelangan. Berdasarkan pengamatan Lapangan di setiap desa dan Kecamatan di Sekotong, wawancara dan FGD yang dilakukan oleh MCSTO diketahui bahwa hanya terdapat 1 TPS resmi yang dibuat oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Kecamatan Sekotong yaitu di Pasar Pelangan
Produksi sampah Hotel di Kecamatan Sekotong diketahui melalui monitoring dengan metode wawancara yang dilakukan di Hotel dan restaurant dan FGD bersama pemangku kepentingan di Kecamatan Sekotong. Hasil monitoring penanganan sampah hotel (tabel 6.38) mewakili beberapa tipe penanganan sampah yang dilakukan oleh hotel-hotel di Kecamatan Sekotong.
Tabel 6.38
Proses Penanganan, Produksi Sampah dan persentase yang tertangani
No | Nama Hotel | Klasifikasi* | Penanganan Sampah | Jumlah tertangani | Produksi (m3/Hari) |
1 | Wyndham Sundancer | Bintang 5 (60 Kamar) | Sampah Organik : Ø Dimanfaatkan Untuk Pakan Ternak atau Ø Dikumpulkan (dibangunan tertutup (Gambar 5A)) dan Diangkut ke TPA Kebon Kongoq oleh DLH Lombok Barat Sampah An-organik : (Plastik Wrap, Jerigen dll) Ø Dipisahkan dan Diangkut ke TPA Kebon Kongoq oleh DLH Lombok Barat | 98% (Botol mineral dan plastic sudah hampir tidak digunakan di hotel) | Rata-rata: 0.2 Low Season: 0.1 High Season: 0.3 |
2 | Hotel Cocotinos | Bintang 3 (36 Kamar) | Organik dan An-organik Non-Ekonomis : Ø Dikeringkan di luar Tempat Sampah Hotel Ø Dibakar di Tampat sampah hotel yang berbentuk bangunan terbuka (Gambar 5 C). An-Organik Ekonomis: Ø Dikumpulkan dan Dijual | ± 5% (Botol plastic dan kaleng) ± 95% Tidak Dikelola |
|
3 | The Place Bungalows | Non-Bintang (12 Kamar) | Sampah Organik dan An-organik Non-Ekonomis : Ø Dikumpulkan Ø Dibakar di Depan Hotel (Gambar 5b dan 5D). An-Organik Ekonomis: Ø Dikumpulkan dan Dijual | ± 5% (Botol plastic dan kaleng) ± 95% Tidak Dikelola | Rata-rata: 0.0275 Low Season: 0.015 High Season: 0.04 |
4 | Alden Beach House | Non-Bintang (3 Kamar) | Sampah Organik dan An-organik Non-Ekonomis : Ø Dikumpulkan (Gambar 5E). Ø Diambil oleh Masyarakat An-Organik Ekonomis: Ø Dikumpulkan dan Dijual | ± 5% (Botol plastic dan kaleng) ± 95% Tidak Dikelola | Rata-rata: 0.035 Low Season: 0.01 High season: 0.06
|
5 | Silver Vern Hotel | Non-Bintang (11 Kamar) | Sampah Organik dan An-organik Non-Ekonomis : Ø Dikumpulkan (Gambar 5F). Ø Ditimbun di lahan yang disewa oleh pihak Hotel. An-Organik Ekonomis: Ø Dikumpulkan dan Dijual | ± 5% (Botol plastic dan kaleng) ± 95% Tidak Dikelola | Rata-rata: 0.08 Low Season: 0.04 High Season: 0.12 |
Pengelolaan sampah yang berkelanjutan dilakukan oleh salah satu Hotel Bintang 5 yaitu Wyndham Sundancer Resort. Hotel Wyndham Sundancer menerapkan prinsip “zero waste” karena mencoba meminimalisir kebutuhan akan plastic seperti botol mineral dan kantong plastic yang dimana saat ini menjadi salah satu jenis sampah yang secara dominan mencemari lingkungan. Baiknya pengelolaan sampah yang berkelanjutan tampak dari tempat pengumpulan sampah hotel Wyndham Sundancer yang cukup bersih (Gambar 6.18A). Sementara itu, Hotel bintang lainnya yaitu hotel Cocotinos menerapkan proses penanganan sampah secara konvensional di tanah yang mereka miliki sendiri melalui proses pengeringan, penimbunan dan pembakaran (Gambar 6.18C). Pengeringan dilakukan melalui penjemuran sampah-sampah organic seperti (daun-daunan) sehingga sampah dapat kering dan dapat di bakar serta tidak menimbulkan timbunan sampah yang berlebihan. Pengelolaan sampah secara konvensional yang cukup serupa dilakukan oleh hotel Alden Beach House (Gambar 6.18E) dan Silver Vern Hotel (Gambar 6.18F) menimbun dan membakar sampah tidak dilakukan di dekat bangunan hotel akan tetapi diluar hotel di lahan yang disewa oleh hotel ataupun di lahan masyarakat yang mengambil sampah hotel. Sementara itu, The Place Bungalows menangani sampah di lahan yang dimiliki oleh hotel yang pada dasarnya bukan diperuntukkan untuk menangani sampah. karena dalam hal ini proses penimbunan dan pembakaran dilakukan dipiinggir jalan di lubang yang dibuat hotel tanpa ada bangunan apapun
3. PENGELOLAAN LIMBAH CAIR
Data Jumlah dan Persentase Hotel yang mengelola Limbah cair diperoleh melalui monitoring dengan metode wawancara langsung dan kegiatan FGD yang diikuti oleh pemangku kepentingan di Kecamatan Sekotong.
Tabel
Jumlah dan Persentase Hotel Yang Mengelolaan Limbah Cair
No | Nama Hotel | Klasifikasi* | Pengelolaan | Kamar | Penggunaan |
Hotel Sedang (Kamar: 20-99 Kamar) | |||||
1 | Wyndham Sundancer | Bintang 5 | IPAL | 40 | Menyiram tanaman |
2 | Hotel Cocotinos | Bintang 3 | Non IPAL* | 36 | – |
3 | Gili Gede Resort | Bintang 5 | Non IPAL* | 30 | – |
Hotel Kecil (Kamar : 1 – 19) | |||||
1 | Marina Del Rey | Non-Bintang | IPAL |
| – |
2 | Kokomo Gili Gede Resort | Non-Bintang | Non IPAL* | 12 | – |
3 | The Place Bungalows | Non-Bintang | Non IPAL* | 12 | – |
4 | Alden Beach House | Non-Bintang | Non IPAL* | 3 | – |
5 | Silver Vern Hotel | Non-Bintang | Non IPAL* | 11 | – |
6 | Secret Island Hotel | Non-Bintang | Non IPAL* | 16 | – |
7 | Pelangi Bungalows | Non-Bintang | Non IPAL* | 8 | – |
8 | Sekotong Indah | Non-Bintang | Non IPAL* | 12 | – |
9 | Hotel Gili Nangu | Non-Bintang | Non IPAL* | 17 | – |
10 | Hotel Belongas | Non-Bintang | Non IPAL* | 6 | – |
11 | Bola-Bola Paredise | Non-Bintang | Non IPAL* | 11 | – |
12 | Via Vacare Homestay | Non-Bintang | Non IPAL* | 8 | – |
13 | Desert Point | Non-Bintang | Non IPAL* | 11 | – |
14 | Palmira Bungalow | Non-Bintang | Non IPAL* | 4 | – |
15 | Villa Selalu | Non-Bintang | Non IPAL* | 5 | – |
16 | Kalindra Hijau Lestari | Non-Bintang | Non IPAL* | 15 | – |
17 | Pao-Pao Beach | Non-Bintang | Non IPAL* | 4 | – |
18 | Sulaeman | Non-Bintang | Non IPAL* | 12 | – |
19 | Sing-Sing Beach Cottage | Non-Bintang | Non IPAL* | HK | – |
20 | Shaya Lombok | Non-Bintang | Non IPAL* | HK | – |
21 | Pantai Mutiara Resort | Non-Bintang | Non IPAL* | HK | – |
22 | Kei Group Cottage | Non-Bintang | Non IPAL* | HK | – |
23 | Aqua Marine Resort | Non-Bintang | Non IPAL* | HK | – |
24 | Dua Dara Interprise Cottage | Non-Bintang | Non IPAL* | HK | – |
25 | Tanjungan Bukit Lodge | Non-Bintang | Non IPAL* | HK | – |
26 | Krisna Bungalow | Non-Bintang | Non IPAL* | 12 | – |
27 | Cladgson Accomodation | Non-Bintang | Non IPAL* | HK | – |
Persentase Hotel Besar yang memiliki IPAL = | 0 |
| |||
Persentase Hotel Sedang yang memiliki IPAL = | 33.3 % |
| |||
Persentase Hotel Kecil yang memiliki IPAL = | 0 % |
| |||
Persentase Hotel Sedang dan Kecil yang memiliki IPAL | 3,33% |
| |||
Pengelolaan limbah cair di Kecamatan Sekotong dilakukan melalui dua metode yaitu metode penggunaan IPAL dan metode Non-IPAL yang dalam hal ini ialah Septic Tank. Metode IPAL digunakan oleh satu hotel Bintang yaitu Wyndham Suncancer sedangkan Hotel lainnya menggunakan metode Non-IPAL
4. KONSERVASI AIR
Reservoar atau Penampung aliran Mata Air merupakan salah satu sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat khususnya masyarakat disekitar Mata air. Pembangunan Reservoar dapat maksimalkan pengelolaan mata air sehingga air dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat. Data Reservoar diperoleh melalui FGD bersama para pemangku kepentingan yang mengetahui kondisi sumber daya air yang dimiliki di Kecamatan Sekotong
Terdapat sekitar 9 Reservoar yang tersebar di Desa-Desa di Kecamatan Sekotong. Hasil pemaparan oleh Pemangku kepentingan pada kegiatan FGD menginformasikan bahwa Sekotong terdapat sekitar 11 resevoar di Kecamatan. Akan tetapi tidak seluruhnya digunakan secara normal, terdapat 2 reservoar belum dapat dioperasikan oleh pihak desa. Keberadaan reservoir sangat penting bagi pemanfaatan sumber daya air bersih bagi desa. Umumnya, Reservoar merupakan infrastrukur utama untuk menjalankan program PAMSIMAS dan Melalui program tersebut pihak desa dapat mendapatkan keuntungan, sementara itu kebutuhan air sebagian masyarakat desa dapat terpenuhi.
Tabel
Jumlah Reservoar di Kecamatan Sekotong
Desa | Jumlah Reservoar | Keterangan |
Pelangan | 0 |
|
Sekotong Barat | 1 | Belum Beroperasi |
Sekotong Tengah | 1 |
|
Kedaro | 0 |
|
Buwun Mas | 2 | 1 Reservoar Belum Beroperasi |
Cendi Manik | 2 |
|
Taman Baru | 1 |
|
Batu Putih | 2 |
|
Gili Gede Indah | 0 |
|
Kec. Sekotong | 9 |
|
Metode perolehan, Proporsi Penggunaan dan Konsumsi Penggunaan Air
| Metode Perolehan Air | Pengguna | Konsumsi (Liter/Hari/Orang) |
Penduduk | Sumur Galian | > 75% | 15-20 |
Sumur Bor | < 10% | ||
PAMSIMAS (Reservoar) | < 20% | ||
PDAM | < 5% |
Berdasarkan diskusi yang dilakukan melalui metode FGD, secara umum, sumur bor digunakan oleh hotel-hotel yang berada di daratan Pulau Lombok sementara itu hotel yang melakukan pembelian air merupakan hotel yang berada di pulau seperti Gili Gede Indah, Gili Asahan, Layar, Nanggu, Sudak, dan Tangkong. Pembelian air oleh hotel biasanya dilakukan dengan cara pengisian dengan menggunakan tendon-tandon air, dimana hotel membawa tandon-tandon air di daratan pulau Lombok Kecamatan Sekotong
5. KONSERVASI TERUMBU KARANG
Kawasan perairan Kecamatan Sekotong ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No 93 Tahun 2018 dimana pada peraturan tersebut menetapkan 21.132,82 Hektar yang meliputi Zona Inti 495,31 Ha, Zona Pemanfaatan 1.800,10 Ha, Zona perikanan Berkelanjutan 18.663,40 Ha dan Zona Lainnya 174,01 Ha.
Kawasan Konsrvasi Perairan Gili Tangkong, Gili Nanggu, Gili Sudak (KKP GITANADA) dan Perairan Sekitarnya tersebar di 4 desa di kecamatan sekotong yaitu Sekotong Barat, Pelangan, Batu Putih dan Buwun Mas. Berdasarkan KEPMEN RI 93/2018 pengelolaan KKP GITANADA diserahkan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat (DKP NTB), dengan demikian segala bentuk pemanfaatan dan kegiatan kebaharian bara dibawah pengawasan DKP NTB.
Wilayah Konservasi Terumbu Karang di Kecamatan Sekotong
No | Kecamatan | Organisasi yang terlibat | Luas Cakupan konservasi (Km²) | Jenis kegiatan |
1 | Sekotong | Ø DKP NTB Ø BPSPL Denpasar Ø DKP Lombok Barat Ø POL AIR Ø WCS NTB Ø POKMASWAS SEKOTONG | 21.132,82 | Monitoring, Perlindungan dan rehabilitasi Kawasan Konservasi, Penguatan Kelembagaan
|
Kegiatan Konservasi yang dilakukan di Kawasan Konservasi dilakukan dalam bentuk berbagai cara yaitu monitoring Ekosistem Laut dan Transplantasi atau Replantasi. Monitoring dilakukan sejak tahun 2015 hingga 2018 oleh Lembaga Pusat Penelitian Oseanografi LIPI bersama Universitas Mataram dengan tujuan mengevaluasi kondisi ekosistem terumbu karang, lamun dan mangrove. Sedangkan kegiatan Transplantasi karang dan Replantasi Mangrove dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintahan Nasional maupun daerah, NGO, manajemen Hotel dan Pemerintahan Desa dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi terumbu karang dan mangrove yang ada di KKP GITANADA.
Program Konservasi Terumbu Karang di Kecamatan Sekotong
Kabupaten Lombok Barat
No | Kecamatan | Program konservasi | Alat/Sarana | Teknik | Evaluasi |
1 | Sekotong | Ø PT. Angkasa Pura I, PKPSAL FMIPA UNRAMc) Ø DKP NTB, Pokmaswas Sekotongb) Ø BPSPL, DKP NTB, DKP LOBAR, Pokmaswas Bay Watch, Pokmaswas PPM, Gili Nanggu Hotel and Resort, Cocotinos Hotel) | Ø Rak Besi
Ø Rak Besi
Ø Meja Besi Beton
| Ø Transplantasi Karang
Ø Transplantasi Karang
Ø Transplantasi Karang
| Ø –
Ø –
Ø 80% Berhasil
|
2 | Sekotong | Ø P2O LIPI Ø Universitas Mataram | – | Penyelaman (Diving) metode SKKNI P2O LIPI | – |
6. KEAMANAN
Berdasarkan Informasi yang diperoleh dari Intelkam dan Reskrim Polsek Kecamatan Kecamatan Sekotong, bahwa terdapat beberapa jenis gangguan keamanan yang umumnya terjadi di Kecamatan Sekotong yaitu Pencurian disertai dengan Kekerasan (CURAS), Pencurian disertai keberatan (CURAT) dan Pencurian Kendaraan Bermotor (CURANMOR), serta beberapa kasus lainnya seperti pembunuhan, pemerkosaan dsb.
Data jumlah gangguan keamanan yang terjadi di Kecamatan Sekotong menunjukkan penurunan angka gangguan keamanan yang cukup signifikan yaitu di tahun 2018 mencapai 60 kasus sedangkan di Tahun 2019 menurun cukup signifikan menjadi 36 kasus atau 60% dari tahun 2018.
Tabel
Jumlah Gangguan keamanan terhdap masyarakat di Kecamatan Sekotong Lombok Barat
No | Kecamatan | KEJADIAN | |||
LIDIK | SIDIK | P21 | JUMLAH | ||
1 | 2019* | 11 | 1 | 24 | 36 |
2 | 2018 | 30 |
| 30 | 60 |
Data jumlah gangguan keamanan yang terjadi pada Wisatawan baik mancanegara dan nusantara di Kecamatan Sekotong menunjukkan bahwa tidak ada gangguan keamanan bagi para wisatawan yang dilaporkan di Polsek Kecamatan Sekotong baik tahun 2018 maupun 2019. Rendahnya tingkat gangguan mengindikasikan baiknya tingkat kenyamanan wisatawan dalam aspek keamanan dan hal ini merupakan salah satu komponen penunjang pariwisata yang penting guna mengembangkan Kecamatan Sekotong menjadi Kawasan Pariwisata yang Berkelanjutan
Follow Us
- Jalan Majapahit No 62
- Kec. Selaparang
- Kota Mataram
- Prov. Nusa Tenggara Barat
- Kode Pos : 83125
© 2020 mcstounram-lombok.org by media centre