HASIL MONOTORING DAN OBSERVASI DI KECAMATAN PRAYA BARAT


FOCUS GRUOP DISCUSSION DAN PEMETAAN DATA

Untuk destinasi Lombok, terdapat 5 (lima) isu utama yang menjadi fokus manajemen pariwisata berkelanjutan. Kelima isu tersebut muncul sebagai akibat dari pesatnya pembangunan fasilitas pariwisata dan aktivitas kepariwisataan di Lombok. MCSTO UNRAM terfokus untuk melakukan monitoring pada kelima isu utama

1. PARIWISATA

 

Di kecamatan Praya Barat terdapat Pantai Selong Belanak dan Pantai Semeti. Daya Tarik serta luas wilayahnya

Nama Objek wisata, jenisnya dan luasan

serta estimasi jumlah pengunjung di Kecamatan Praya Barat

No

Kecamatan

Nama objek wisata

Jenis obyek wisata

Jumlah pengunjung (orang per tahun)

Luas Kawasan (Ha)

2

Praya Barat

·  Pantai Selong Belanak

·  Pantai Semeti

·  Wisata alam

·  Wisata alam

 

458.766

458.766

18.200

18.200

 

2. PENGELOLAAN LIMBAH PADAT

Pada Kecamatan Praya Barat berdasarkan data statistik kepariwisataan terdapat 7 Hotel dengan kamar bervariasi antara 5 – 90 kamar. Dari total hotel tersebut dilakukan observasi dan wawancara terhadap 4 hotel/penginapan yaitu Villa Sempiak (5 Kamar), Holiday Selong Belanak (8 Kamar), Bungalow The Gazebo (16 Kamar), dan Bungalow Selong Belanak Indah (5 Kamar).  Selain itu lokasi wisata yang menjadi target observasi untuk Kecamatan Praya Barat adalah Pantai Mawun, Pantai Tampah, dan Pantai Selong Belanak.

Dari hasil analisa terhadap pengelolaan limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan disajikan pada tabel

Tabel

Pengelolaan Limbah Padat

Lokasi

Jmlh Kmr

Jmlh tamu/ hari

Fas Kelola Sampah

Jenis Sampah*

Jumlah Sampah/ hari

Pantai Mawun

N/A

125

T

M

8 Kg

Pantai Tampah

N/A

15

T

M

2 Kg

Pantai Selong Belanak

N/A

225

T

M

20 Kg

Bungalow Selong Belanak Indah

5

3

T

M

5 Kg

Bungalow The Gazebo

16

6

T

M

25 Kg

Holiday Selong Belanak

8

3

Y

M

3 Kg

Villa Sempiak

5

15

Y+

M

50 Kg

Keterangan:

Jenis Sampah: M=Campuran

Non-IPAL: Y=Septic Tank; Fas Kelola Sampah: T= Tidak (tempat sampah), Y= Ya (Bak Besar/Kontainer/Komposting dll), Y+=tempat sampah + komposting

Tabel

Perkiraan Jumlah Timbulan Sampah

No

Kecamatan

Jumlah Penduduk1)

Timbulan Sampah (m3/hari) 2)

2.

Praya Barat

103.656

52,7

Untuk pengeolahan limbah padat yang dilakukan oleh masyarakat di destinasi wisata yang ada di Kecamatan Praya Barat sudah terdapat 2 bank sampah di Kecamatan Praya Barat dan KMPS sebanyak 5 unit, sedangkan pada penanganan sampah yang dilakukan oleh usaha wisata Praya Barat sudah melakakukan Komposting, Pemilahan, dan Pengankutan. Akan tetapi proporsi sampah yang sudah tertangani masih sangat kecil yakni sebesar 25% dari total sampah yang ada.

Permasalahan yang umum ditemukan juga di lokasi wisata pantai khususnya adalah keberadaan sampah yang tidak tertangani dengan baik, hal umumnya karena keterbatasan sarana dan prasarana serta kesadaran pengunjung yang kurang

3. PENGELOLAAN LIMBAH CAIR

Pada Kecamatan Praya Barat berdasarkan data statistik kepariwisataan terdapat 7 Hotel dengan kamar bervariasi antara 5 – 90 kamar. Dari total hotel tersebut dilakukan observasi dan wawancara terhadap 4 hotel/penginapan yaitu Villa Sempiak (5 Kamar), Holiday Selong Belanak (8 Kamar), Bungalow The Gazebo (16 Kamar), dan Bungalow Selong Belanak Indah (5 Kamar).  Selain itu lokasi wisata yang menjadi target observasi untuk Kecamatan Praya Barat adalah Pantai Mawun, Pantai Tampah, dan Pantai Selong Belanak.

Dari hasil analisa terhadap pengelolaan limbah cair yang dihasilkan disajikan

Tabel

Pengelolaan Limbah Cair

Lokasi

Jmlh Kmr

Jmlh tamu/ hari

IPAL

Non-IPAL

Pantai Mawun

N/A

125

N/A

N/A

Pantai Tampah

N/A

15

N/A

N/A

Pantai Selong Belanak

N/A

225

N/A

N/A

Bungalow Selong Belanak Indah

5

3

T

Y

Bungalow The Gazebo

16

6

T

Y

Holiday Selong Belanak

8

3

T

Y

Villa Sempiak

5

15

T

Y

Kondisi di Kecamatan Praya Barat untuk pengelolaan limbah cair, dimana semua hotel tidak memiliki IPAL untuk pengolahan limbah cair. Penggunaan septic tank yang umum digunakan sehingga pengukuran terhadap kualitas limbah cair tidak pernah dilakukan. Namun ada satu hotel (villa Sempiak) yang memiliki fasilitas pengelolaan sampah berupa fasilitas composting. Permasalahan yang umum ditemukan juga di lokasi wisata pantai khususnya adalah keberadaan sampah yang tidak tertangani dengan baik, hal umumnya karena keterbatasan sarana dan prasarana serta kesadaran pengunjung yang kurang

4. KONSERVASI AIR

Berdasarkan hasil FGD yang dilakukan menunjukkan bahwa keberadaan air berasal dari 3 sumber utama yaitu PDAM, Sumur Bor, dan Sumber Mata Air. Belum terungkap upaya konservasi air dilakukan untuk menjaga ketersediaan sumber air di Kecamatan Praya Barat. penyediaan air di Kecamatan Praya Barat berasal dari sumur bor, PDAM (sebagian wilayah), dan mata air. Saat ini belum ada upaya yang terencana untuk pelestarian mata air sehingga jumlah mata air terus menurun

Dari hasil wawancara lapangan dengan beberapa pengelola hotel di dapatkan informasi jika upaya konservasi air yang dilakukan baru sebatas pada edukasi karyawan maupun pengunjung hotel melalui penyediaan flyer atau informasi. Belum ada upaya terprogram dan konkret terkait dengan konservasi sumber daya air

5. KONSERVASI TERUMBU KARANG

Pemetaan wilayah terumbu karang KecamatanPraya Barat

Berdasarkan hasil FGD bahwa persebaran lokasi terumbu karang di Kecamatan Praya Barat dapat dilihat pada peta diatas yang tersebar di sepanjang pantai selatan yang ditunjukkan dengan garis warna biru. Saat ini Lombok Tengah sudah berada dalam tahap didirikan untuk menjadi TWP Teluk Bumbang. Keunikan dan pesona laut Lombok Tengah memberikan kekhasan tersendiri untuk dikelola sebagai objek wisata, sedangkan potensi perikanan budidaya lobster dan rumput lautnya merupakan salah satu aset nasional yang sangat penting.

Untuk dapat mengelola sumberdaya yang ada di kawasan TWP Teluk Bumbang, penetapan status kawasan berdasarkan landasan hukum yang sesuai dan pengembangan sistem pengelolaan yang terpadu merupakan dua elemen penting pengelolaan kawasan konservasi yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pengelola kawasan. Selain itu, diperlukan juga dukungan penuh dari berbagai elemen terkait untuk dapat mencapai pengelolaan TWP Teluk Bumbang yang efektif

 

6. KEAMANAN

Berdasarkan hasil FGD pemetaan potensi gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Praya Barat masih terdapat dibeberapa lokasi antara lain: Selong Balanak, Tumpak, Kute, Mekar Sari, dan Mertak, sedangkan pemetaannya dapat dilihat pada peta dibawah ini :

Gangguan yang sifatnya gangguan keamanan terhadap wisatawan berjumlah 2 kasus dengan korban perselisihan tentang papan surfing

© 2020 mcstounram-lombok.org by media centre