Hasil Observatory di Kecamatan Pujut

Profil Pariwisata di Kecamatan Pujut

Kecamatan Pujut merupakan kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah dengan luas wilayah paling luas diantara 12 kecamatan yang ada yaitu sekitar 23.355 Ha atau menempati sekitar 19,33 persen dari luas wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Secara geografis Kecamatan Pujut berada dibagian selatan Kabupaten Lombok Tengah dan berbatasan dengan Samudra Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu alasan munculnya banyak objek wisata utamanya wisata bahari yang memiliki keindahan pantai dan keunikan ombak. Tidak hanya itu, eksotisme budaya dan adat istiadatnya semakin menambah daya Tarik wisata di kecamatan ini. Di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Praya Tengah, berbatasan dengan Kecamatan Praya Timur di bagian timur dan Kecamatan Praya Barat di sebelah barat. Dapat digambarkan pada peta dibawah ini :

Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah

Peta Wilayah Kecamatan Pujut

Kecamatan Pujut merupakan salah satu kecamatan di Lombok Tengah yang luas eksotis, terdapat 16 desa di dalam wilayah kecamatan pujut. Luas wilayah dan nama-nama desa dapat dilihat di bawah ini :

Tabel 6.20

Desa dan luas wilayah Kecamatan Pujut

No Desa Luas Wilayah (Km²)

Persentase (%)

1 Tumpak 3454 1479
2 Prabu 493 211
3 Kuta 2366 1013
4 Rembitan 1475 632
5 Sukadana 783 335
6 Mertak 1427 611
7 Pengengat 1197 513
8 Teruwai 2965 1270
9 Gapura 340 1,46
10 Kawo 836 358
11 Segala Anyar 450 193
12 Sengkol 1836 786
13 Pengembur 1333 571
14 Ketara 356 152
15 Tanak Awu 1077 461
16 Bangket Parak 2967 1270

Sumber : Lombok Tengah dalam angka tahun 2019

Penduduk Kecamatan Pujut pada tahun 2018 tercatat sebanyak 105.525 jiwa, terdiri atas 50.613 penduduk laki-laki dan 54.912 penduduk perempuan. Lebih lanjut perbandingan jumlah penduduk laki dengan penduduk perempuan dapat menghasilkan angka sex rasio yang memiliki besaran sebesar 92 yang berarti bahwa setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat 92 orang penduduk laki-laki.

Dilihat jumlah penduduk masing-masing desa, maka dari 16 desa yang ada di Kecamatan Pujut, Desa Sengkol merupakan desa yang paling banyak jumlah penduduknya yakni mencapai 10,66 persen dari jumlah penduduk kecamatan, sedangkan desa-desa yang lainnya mencapai persentase dibawah 10 persen, data jumlah penduduk Kecamatan Pujut dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 6. 21

Jumlah Penduduk Kecamatan Pujut Lombok Tengah

No Desa Rumah Tangga Jumlah Penduduk Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 Tumpak 1.657 2.608 2.969 5.577
2 Prabu 1.098 1.913 2.034 3.947
3 Kuta 2.283 4.585  4.617 9.202
4 Rembitan 2.092 3.721 4.120 7.841
5 Sukadana 1.625  2.490 2.755 5.245
6 Mertak 2.386 3.731 3.864 7.595
7 Pengengat 1.869 2.743 2.960 5.703
8 Teruwai 1.625  2.458 2.582 5.040
9 Gapura 863 1.365 1.511 2.876
10 Kawo 2.869 4.654 4.962 9.616
11 Segala Anyar 959 1.509 1.619 3.128
12 Sengkol 3.242 5.302 5.810 11.112
13 Pengembur 2.774 4.376 5.162 9.538
14 Ketara 1.194 2.073 2.359 4.432
15 Tanak Awu 2.678 4.490 4.872 9.362
16 Bangket Parak 1.425 2.137 2.245 4.382
Jumlah 30.924 50.613 54.912 105.525

Sumber : Kecamatan Pujut dalam angka tahun 2018

Salah satu kecamatan yang terletak di bagian selatan wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia adalah Kecamatan Praya Barat. Secata geografis Kecamatan Praya Barat memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara              : Kecamatan Jonggat dan Kecamatan Praya

Sebelah Timur             : Kecamatan Pujut

Sebelah Selatan           : Samudera Indonesia

Sebelah Barat              : Kecamatan Praya Barat Daya

Berdasarkan hasil observasi dan olah data, terdapat paling tidak empat destinasi wisata yang telah mendunia di kecamatan pujut, yaitu Pantai Kuta, Pantai Aan, Pantai Gerupuk dan Desa Rembitan (Desa Sade). Sedangkan di kecamatan Praya Barat terdapat Pantai Selong Belanak dan Pantai Semeti. Daya Tarik serta luas wilayahnya dapat dilihat di tabel berikut:

Tabel 6.24

Nama Objek wisata, jenisnya dan luasan serta estimasi jumlah pengunjung di Kecamatan Pujut dan Praya Barat

No Kecamatan Nama objek wisata Jenis obyek wisata Jumlah pengunjung (orang per tahun) Luas Kawasan (Ha)
1 Pujut ·  Pantai Kuta

·  Pantai Aan

·  Pantai Gerupuk

·  Desa Rembitan (Dusun Sade)

·   Wisata alam

·   Wisata alam

·   Wisata alam

·   Wisata budaya

·   705.794

·   458.766

·   230.000

·   705.794

1.175

1.175

20

5,5

2 Praya Barat ·  Pantai Selong Belanak

·  Pantai Semeti

·  Wisata alam

·  Wisata alam

 

458.766

458.766

18.200

18.200

 

 

Data dan Deskripsi Pengelohan Limbah Cair dan Padat

Gambar 6.11

Pemetaan wilayah Pengolahan Limbah Cair Kecamatan Pujut dan Praya Barat

Pada Kecamatan Pujut kegiatan observasi dilakukan terhadap 9 hotel dengan perincian 5 hotel skala kecil yang memiliki jumlah kamar paling banyak 19 kamar dan 4 hotel skala sedang yang memiliki jumlah kamar antara 20 sampai 99 kamar. Sedangkan akses untuk hotel besar yang memiliki kamar diatas 100 kamar belum didapatkan. Selain itu lokasi wisata yang menjadi target observasi untuk Kecamatan Pujut adalah Desa Tradisional Sade, Pantai Kuta, Pantai Aan, dan Pantai Gerupuk.

Dari hasil analisa terhadap pengelolaan limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan disajikan pada tabel 6.25 .

Tabel 6.25

Pengelolaan Limbah Cair dan Limbah Padat

Lokasi Jmlh Kmr Jmlh tamu/ hari IPAL Non-IPAL Fas Kelola Sampah Jenis Sampah* Jumlah Sampah/ hari
Rido Malik Hotel 15 3 T Y T M 120 ltr
Family House Lombok 14 5 T Y T M 240 ltr
Grand Kute Hotel 17 4 T Y T M 240 ltr
Purnama Beach 13 4 T Y T M 120 ltr
Family Beach 10 3 T Y T M 240 ltr
Segara Anak Hotel 25 18 T Y T M 290 ltr
Surf Garden 20 3 T Y T M 120 ltr
S Hotel & Restaurant 31 10 T Y T M 120 ltr
JM Hotel Kuta Lombok 24 4 T Y T M 240 ltr
Desa Sade N/A   N/A N/A T M 0,5 ton
Pantai Kuta N/A 4.100 N/A N/A Y M 6 ton
Pantai Aan N/A 4.500 N/A N/A Y M 1 ton
Pantai Gerupuk N/A 2.750 N/A N/A Y M 3 ton

Keterangan:

Jenis Sampah: M=Campuran;

Fas Kelola Sampah: T= Tidak (tempat sampah), Y= Ya (Bak Besar/Kontainer/Komposting dll)

Dari data yang dikumpulkan untuk Kecamatan Pujut bisa disimpulkan beberapa hal yaitu:

  1. Belum ada fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk hotel kecil dan sedang sehingga tidak pernah dilakukan pemantauan kualitas air limbah yang dihasilkan.
  2. Semua hotel belum memiliki fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, hanya ditemukan bak sampah belum ada pengumpul berupa bak/container apalagi rumah kompos. Pemilahan sampah belum dilakukan secara optimal baik di hotel maupun lokasi wisata.
  3. Daerah wisata sudah menempatkan bak-bak sampah namun demikian jumlah perlu ditambah dan fasilitas composting perlu diadakan untuk edukasi ke pengunjung lokasi wisata.

Selain pengelolaan limbah cair dan padat maka hamper semua responden yang diwawancarai menyatakan bahwa telah dilakukan upaya konservasi air melalui kebijakan internal (internal policy). Strategi penerapan kebijakan internal dilakukan terbatas untuk pegawai dan manajemen hotel

Leave a Reply